Tata Cara Sholat Taubat Nasuha Sesuai Sunnah Rasulullah

0
359
Tata Cara Sholat Taubat Nasuha Sesuai Sunnah Rasulullah

Tata Cara Sholat Taubat Nasuha Sesuai Sunnah Rasulullah – Sholat taubat ialah shalat sunnah dua rakaat sekali salam laksana sholat sunnah yang lainnya, fungsinya saja yang berbeda. Beberapa shalat sunnah mempunyai kegunaan, faedah dan manfaatnya masing-masing.

Tata Cara Sholat Taubat Nasuha Sesuai Sunnah Rasulullah

Shalat sunnah yang dilakukan karena mengikuti sunnah Rasulullah secara mutlaq tanpa sebab, seperti shalat sunnah rawatib, sholat tahajud, sholat dhuha, sholat tahiyatul masjid, dan lain-lain.

Ada pun yang dilaksanakan karena terdapat sebab, contohnya sholat hajat guna meminta dikabulkannya hajat. Shalat istikharah guna untuk meminta tuntunan atau kemantapan untuk Allah atas sejumlah pilihan. Dan shalat taubat, yaitu guna meminta ampunan (taubat) atas kekeliruan atau dosa-dosa yang diperbuat.

Sholat taubat ini baik dilaksanakan untuk menyesali kekeliruan atau tindakan dosa yang sudah terjadi. Baik disengaja atau tidak, baik dosa besar atau dosa kecil. Shalat taubat ini merupakan format dari kesungguhan anda meminta ampunan untuk Allah, lebih dari sekedar menyimak istighfar.

Pengertian taubat sendiri artinya ialah menyesali atas segala tindakan dosa dan kekeliruan yang dilakukannya, serta bertekad dan berniat tidak bakal mengulanginya lagi disertai dengan memohon ampun untuk Allah.

Tata teknik sholat taubat ini sama laksana sholat sunnah lainnya, yaitu dilaksanakan setiap dua rakaat sekali salam. Boleh dilaksanakan dua rakaat, empat rakaat atau enam rakaat.

Ada yang melaksanakan sholat taubat ini masing-masing hari, karena bukan tidak barangkali dalam sehari kita mengerjakan kesalahan, baik disengaja atau tidak. Oleh sebab tersebut dilakukannya shalat taubat ini juga bermanfaat untuk membersihkan kekeliruan kita masing-masing hari, baik yang disengaja atau tidak.

Urut-urutan Sholat Taubat ialah sebagai berikut:

  • Niat sholat taubat
  • Takbirotul Ihram
  • Membaca Doa Istiftah/iftitah (Sunnah)
  • Membaca surat Al Fatihah
  • Membaca surat dari Al-Qur’an
  • Ruku’ (Membaca Tasbih ruku’ tiga kali)
  • I’tidal (Membaca doa i’tidal “Robbanaa lakal hamd)
  • Sujud (Membaca tasbih sujud tiga kali)
  • Duduk diantara dua sujud (Membaca doa “Robbighfirlii Warhamnii”)
  • Sujud kedua (Membaca tasbih sujud tiga kali)
  • Bangun melanjutkan rakaat kedua laksana urutan diatas
  • Tasyahud akhir (Membaca bacaan tasyahud akhir)
  • Salam
  • Berdoa minta ampunan

Niat Sholat Taubat

Ushollii sunnatat taubati rok’ataini lillaahi ta’alaa
“Aku berniat shalat taubat dua rakaat sebab Allah Ta’ala”

Niat diatas dibaca sebelum takbirotul ihram, yang wajib ialah berniat shalat taubat di dalam hati pada ketika takbirotul ihram.

Mengenai hukum mengeja niat ini menurut keterangan dari madzhab syafi’i ialah sunnah. Yang wajib ialah melakukan niat di dalam hati.

Fungsi dari melafadzkan niat sendiri ialah agar hati lebih mantap dan khusyu’, sebab andai tidak dilafadzkan terkadang kurang konsentrasi dalam berniat. Namun bukan berarti mendakwa yang tidak melafadzkan niat tersebut buruk.

Doa Sholat Taubat

Istighfar diatas dibaca sebanyak-banyaknya dengan rasa menyesal, bersalah dan bertekad tidak bakal mengulangi tindakan dosa yang sudah diperbuatnya.

Doa taubat diatas secara arti sudah paling mewakili dari perasaan tersebut. Namun teknik bertaubat bukankah melulu sekedar membacanya saja, namun pun dari perasaan hati yang terdalam. Dan mestinya, apa yang dirasa oleh hati ialah sebagaimana arti doa diatas.

” Ya Allah yang maha agung, tiada Tuhan yang berhak di sembah di samping Allah, Dzat yang maha hidup kekal abadi dan secara terus menerus mengurus makhluknya tanpa pernah berhenti. Aku bertaubat untuk Allah, mengakui segala dosa dan kesalahan-kesalahan yang sudah ku perbuat. Terimalah taubatnya hamba yang dzolim ini, yang tidak mempunyai kuasa atas dirinya sendiri untuk melakukan mudharat atau memberi manfaat, guna mati, hidup atau bangkit nanti.”

Setelah menyimak istighfar diatas sebanyak-banyaknya. Kemudian bacalah doa sayyidul istighfar. Doa sayyidul istighfar adalahinduknya bacaan istighfar yang memiliki tidak sedikit sekali keutamaan dan keagungan.

Doa Sayyidul Istighfar

Bacalah doa sayyidul istighfar ini berulang-ulang dengan khusyu’, tadharru’ dan sarat dengan rasa penyesalan. Dengan asa yang tiada henti memohon ampunan untuk Allah, serta tidak patah asa bahwa Allah tentu akan memaafkan hambanya yang bertaubat.

Dengan begitu, khauf dan roja’ bakal seimbang. Yaitu merasa takut bilamana dosa anda tidak terampuni, tetapi tidak patah asa bahwa Allah tentu akan memaafkan dosa hambanya yang inginkan bertobat.

Arti Doa Sayyidul Istighfar

Ya Allâh, Engkaulah Tuhanku, tiada Tuhan yang berhak guna disembah dengan benar kecuali Engkau. Engkaulah yang telah membuat aku, dan aku ialah hamba-Mu. Aku menetapi peraturan dan perjanjian-Mu, dan janji-Mu sebisa barangkali aku lakukan. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan amal perbuatanku, aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan mengakui dosaku kepada-Mu, maka ampunilah diriku. Karena tiada yang dapat mengampuni dosa di samping Engkau.

Waktu Sholat Taubat

Sebenarnya tidak terdapat waktu eksklusif dalam mengemban shalat sunnah taubat. Berbeda dengan sholat tahajud atau sholat dhuha yang ditentukan masa-masa pelaksanaannya.

Sholat sunnah taubat ini dapat dilakukan kapan pun, baik siang atau malam. Namun yang lebih tepat, masa-masa sholat taubat ialah sesegera barangkali setelah menyadari ada kekeliruan atau dosa yang diperbuat, baik disengaja atau tidak.

Hal ini cocok menurut hadits yang diriwayatkan oleh Abu Bakar As Shiddiq:

“Tidaklah seorang hamba mengerjakan suatu dosa, lantas ia bersuci dengan baik dan berdiri mengerjakan shalat dua rakaat, kemudian memohon ampun untuk Allah tetapi Allah bakal mengampuninya.” Kemudian beliau (Abu Bakar) menyimak ayat: “Dan orang-orang yang bilamana melakukan tindakan keji atau menyiksa dirinya sendiri mereka ingat Allah, lantas memohon ampunan atas dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat memaafkan dosa di samping Allah? Dan mereka tidak melanjutkan tindakan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.[QS. Ali Imron: 135]” (HR. Tirmidzi no. 406, Abu Daud no. 1521, Ibnu Majah no. 1395.

Cara Taubat Nasuha

Tidak hanya teknik sholat taubat saja yang butuh diketahui, namun bagaiamana teknik taubat nasuha yang benar pun perlu guna diketahui. Taubat nasuha artinya ialah taubat yang sebenar-benarnya, taubat yang bahwasannya (murni).

Sehingga dengan mengetahui teknik bertaubat yang benar ini diinginkan tidak keliru olehnya bertobat, serta memahami apa yang mesti dilakukan supaya taubatnya diterima.

Berikut ialah syarat taubat nasuha:

  1. Melakukan taubat dengan hati ikhlas, bukan sebab sesuatu di samping Allah.
  2. Menyesali kekeliruan dan dosa-dosanya yang sudah lalu dan bertekad tidak bakal mengulanginya lagi. Sebagaimana yang disebutkan oleh Malik bin Dinar, “Menangisi dosa-dosa tersebut dapat menghapus dosa-dosa sebagaimana angin bisa mengeringkan daun yang basah.”[Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, Ibnu Rajab Al Hambali]. ‘Umar, ‘Ali dan Ibnu Mas’ud pun mengatakan bahwa teknik bertaubat ialah dengan menyesal.
  3. Tidak terus menerus mengerjakan perbuatan dosanya ketika ini. Maksudnya, bilamana melakukan dosa, maka dengan segera ditinggalkan, dan bilamana meninggalkan sebuah kewajiban, maka dengan segera pulang menunaikannya. Dan bilamana berkaitan dengan haknya manusia, maka dengan segera melaksanakannya atau meminta maaf.
  4. Bertekad seteguh barangkali tidak bakal mengulangi kekeliruan dan dosa-dosa yang sudah lalu.
  5. Taubat dilaksanakan pada waktunya, yakni waktu diterimanya taubat (sebelum ajal menjemput atau sebelum matahari keluar dari arah barat).

Demikian Artikel Tata Cara Shalat Taubat Nasuha Sesuai Sunnah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, Semoga Bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here