Beberapa Tantangan Utama Bagi Lembaga Jasa Keuangan Nasional

0
226
tantangan utama bagi lembaga jasa keuangan di indonesia

Tantangan Utama Bagi Lembaga Jasa Keuangan Nasional – Jasa keuangan adalah istilah yang digunakan untuk menunjukan jenis jasa yang disediakan oleh suatu lembaga keuangan. Lembaga keuangan tersebut meliputi bank, sekuritas, perusahaan atau lembaga asuransi, pembiayaan konsumen dan kartu kredit.

Lembaga Yang Bergerak Di Bidang Jasa Keuangan

  • Perusahaan Penjaminan Kredit
  • Perusahaan Penjaminan Infrastruktur
  • Lembaga Penyediaan Ekspor Indonesia
  • Perusahaan Pembiayaan Sekunder Perumahan
  • Perusahaan Pegadaian
  • Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
  • Lembaga Keuangan Mikro

Penjelasan Masing-Masing Lembaga Jasa Keuangan

Perusahaan Penjaminan Kredit

Perusahaan penjaminan kredit adalah salah satu badan hukum yang bekerja di bidang lembaga keuangan. Kegiatan pokok dari perusahaan ini adalah memberikan pinjaman kredit kepada nasabah. Tujuan dari perusahaan ini adalah membantu usaha kecil, menengah maupun mikro untuk dana dari lembaga keuangan lain seperti bank.

Perusahaan Penjaminan Infrastruktur

Perusahaan Penjaminan Infrastruktur adalah salah satu perusahaan persero. Berdirinya perusahaan ini dengan tujuan untuk memberi jaminan kepada suatu proyek yang bekerjasama dengan pemerintah. Hanya saja perusahaan ini bergerak di bidang infrastruktur. Jadi hanya bisa memberikan penjaminan insfrastuktur saja.

Lembaga Penyediaan Ekspor Indonesia

Dibentuknya Lembaga Penyediaan Ekspor Indonesia (LPEI) adalah untuk membantu dan mendukung kebijakan dari pemerintah dalam kegiatan ekspor negara (UU No. 2 Tahun 2009)

Perusahaan Pembiayaan Sekunder Perumahan

Perusahaan ini berfungsi untuk menyediakan berbagai macam pembiayaan perumahan. Selain itu, tujuan pembiayaan perumahan adalah untuk meningkatkan kapasitas pembiayaan perumahan agar dapat dijangkau oleh berbagai kalangan masyarakat. Contoh dari perusahaan Pembiayaan Sekuder Perumahan yaitu PT Sarana Multigriya Finansial. Dan di Indonesia hanya ada 1 perusahan tersebut.

Perusahaan Pegadaian

Perusahaan ini terbentuk untuk memberi kemudahan bagi usaha yang memiliki skala kecil, menegah dan mikro dalam mencari pinjaman modal dengan bunga yang kecil. Pemberian pinjaman berdasarkan hukum gadai dan fidusia. Karena pemerintah memiliki program untuk meningkatkan kesejahteraan kelas menengah dan kebawah, untuk itulah didirikannya Perusahan pegadaian ini.

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial

Perusahaan ini memberikan jaminan dalam berbagai bentuk, yaitu jaminan kematian, jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, jaminan pensiun, dan jaminan hari tua. Jenis jaminan bisa disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan masyarakat. Perusahaan ini lebih sering kita kenal dengan BPJS (UU No. 24 Tahun 2011)

Lembaga Keuangan Mikro

Lembaga ini bergerak khusus dalam bidang pemberian jasa pengembangan usaha dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Jadi tidak hanya untuk mendapatkan keuntungan semata. Sistem dari lembaga ini yaitu dengan memberi pinjaman dan pembiayaan secara langsung untuk usaha yang berskala mikro baik kepada anggotanya atau kepada masyarakat. Selain itu, perusahaan ini juga melakukan pengelolaan uang simpanan masyarakat atau kelompok serta bersedia memberi konsultasi dalam pelaku pengembangan usaha.

Baca Juga : Pengaruh Nama Domain Untuk Bisnis

Tantangan Utama Bagi Lembaga Keuangan di Indonesia

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan beberapa tantangan yang akan dihadapi oleh lembaga keuangan yang ada di indonesia. Salah satunya kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian dan melambat pada 2019.

Deputi Komisioner Pengawas IKNB OJK,  Moch Ihsanuddin menyampaikan dalam sebuah acara diskusi bertajuk “Prospek Bisnis IKNB 2019, Peluang dan Risiko di Tahun Menantang” di JW Marriott Hotel, Jakarta, Selasa (12/3/2019).

“Jadi beberapa tantangan IKNB ke depan itu ada beberapa hal, antara lain seperti pemulihan ekonomi global. Itu ternyata masih cukup melambat atau belum terlihat secara signifikan,” kata beliau.

Selain itu, kondisi ekonomi menjadi lebih sensitif karena kita sedang pada situasi politik dalam negeri pada tahun 2019. Tentu dengan adanya pemilihan presiden menjadi tantangan sendiri abgi indrustri.

“Apalagi pada bulan April nanti kita menghadapi bersama-sama pemilihan presiden dan pileg, akan terjadi perlambatan sejenak lah. Semoga setelah itu suasana kondusif, sehingga pelaku sektor riil maupun sektor finansial itu cepat bangkit lagi,”
kata Ihsanuddin.

Beliau menambahkan,”Tapi yang cocok jawab ini dari otoritas fiskal ya, OJK hanya bersama-sama mendiskusikan terhadap permasalahan tersebut,”. Artinya faktor lainnya dari sektor domestik adalah kondisi masih defisitnya transaksi berjalan atau Current Account Defisit (CAD).

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dept Pengawasan IKNB 2A OJK, Ahmad Nasrullah mengungkapkan, OJK optimistis IKNB akan tumbuh pada 2019.

Beliau mengungkapkan, ada beberapa hal yang menjadi indikator optimisme tersebut. Yaitu kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang kuat, kondisi emiten yang baik hingga kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah, BI dan OJK dinilai positif untuk industri keuangan.

“Peluang dan tantangan IKNB adalah rendahnya tingkat penetrasi asuransi di Indonesia, SDM di IKNB, rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap produk IKNB, pendanaan industri dana pensiun dan inovasi industri keuangan dalam menghadapi revoluasi industri 4.0,” kata beliau. ( Sumber : Liputan 6)

Lembaga Keuangan di Indonesia : Astra Financial Service

Astra Financial adalah divisi layanan keuangan PT. Astra International Tbk yang memiliki tujuh lini bisnis, Otomotif, Layanan Keuangan (Astra Financial), Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi dan Energi, Agribisnis, Infrastruktur dan Logistik, Teknologi Informasi, dan Properti. Astra International mendirikan PT. Raharja Sedaya, langkah pertamanya ke Bisnis Jasa Keuangan pada tahun 1982 dan pembelian saham mayoritas PT.Mas kapai Asuransi Astra Buana yang didirikan pada tahun 1956.

Peran Astra Financial adalah untuk mendorong pengembangan unit bisnis secara individu, sebagai keluarga di bawah Astra Financial, atau bahkan sebagai perusahaan di bawah Astra.Saat ini, Astra Financial terdiri dari 11 entitas: Perbankan; PermataBank, Pembiayaan;Perusahaan Kredit Astra, Federal International Finance, Toyota Astra Finance, Surya Artha Nusantara Finance, Komatsu Astra Finance, GeneraI Insurance;

Saat ini, Astra Financial terdiri dari 11 brand lini bisnis yaitu:

Pada akhir Juni 2018, Astra Financial memiliki total aset IDR 284 Triliun, didukung oleh 32.534 karyawan dan 2.344 total jaringan di seluruh nusantara.

Demikian artikel tentang Beberapa Tantangan Utama Bagi Lembaga Jasa Keuangan Nasional, semoga bermanfaat!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here