Mari Mengenal Manhaj Salaf

0
161
mari mengenal manhaj salaf

Mari Mengenal Manhaj SalafManhaj dalam bahasa artinya jalan yang jelas dan terang. Allah Ta’ala berfirman, yang artinya :

Untuk setiap umat diantara kamu, kami berikan aturan dan jalan yang terang…” (QS. Al Maidah: 48)

Sedang menurut istilah, Manhaj adalah kaidah-kaidah dan ketentuan-ketentuan yang digunakan bagi setiap pelajaran-pelajaran ilmiyyah, seperti kaidah-kaidah bahasa arab, ushul ‘aqidah, ushul fiqih, dan ushul tafsir dimana dengan ilmu-ilmu ini pembelajaran dalam Islam beserta pokok-pokoknya menjadi teratur dan benar.

Dan manhaj yang benar adalah jalan hidup yang lurus dan terang dalam beragama menurut pemahaman para sahabat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Kita umat Islam mengartikan manhaj sebagai cara kita ber-Islam.

mari mengenal manhaj salaf

Asal Muasal Istilah Salaf

Salaf berasal dari kata salafa-yaslufu-salafun, artinya telah lalu. Kata salaf juga bermakna seorang yang sudah mendahului (terdahulu) dalam ilmu, iman, keutamaan, dan kebaikan. Karena itu generasi pertama dari umat ini dari kalangan tabi’in disebut sebagai as-salafush-shalih.

Sedangkan definisi salaf menurut istilah adalah sifat yang khusus dimutlakkan untuk para sahabat. Saat disebutkan salaf maka yang dimaksud pertama kali adalah para sahabat. Adapun selain mereka itu ikut serta dalam makna salaf ini, yakni orang-orang yang mengikuti mereka. Artinya, apabila mereka mengikuti para sahabat maka disebut salafiyyin, yakni orang-orang yang mengikuti salafush-shalih.

Salaf bukan termasuk Golongan

Banyak yang beranggapan kalau Salaf atau Salafy itu sebagai golongan, seperti Muhammadiyah, NU, Ikhwanul Muslimin, MTA, dan lain-lain. Justru golongan-golongan yang berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan Hadits, yang selalu mengerjakan amalan-amalan sunnah sebagaimana Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam dan para Sahabat ajarkan itu termasuk Bermanhaj Salaf.

Dalil Kewajiban Mengikuti Manhaj Salaf

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Aku wasiatkan kepada kalian supaya tetap bertaqwa kepada Allah, tetaplah mendengar dan taat, walaupun yang memerintah kalian adalah seorang budak dari Habasyah. Sungguh orang yang hidup diantara kalian setelahku maka ia akan melihat perselisihan yang banyak, maka wajib atas kalian berpegang teguh kepada Sunnahku dan Sunnah Khulafa-ur Rasyidin yang mendapat petunjuk. Peganglah erat-erat dan gigitlah dia dengan gigi gerahammu. Dan jauhilah oleh kaluian perkara-perkara yang diada-adakan (dalam agama), karena sesungguhnya setiap perkara yang diada-adakan itu adalah bid’ah, dan setiap bid’ah itu adalah sesat.” HR. Ahmad (IV/126-127),Abu Dawud (no. 4607),at-Tirmidzi (no. 2676),ad-Darimi (I/44). Al-Baghawi dalam syarhus Sunnah (I/205), al-Hakim (I/95)

Sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam diatas terdapat perintah untuk berpegang teguh dengan Sunnah Rasulullah dan Sunnah Khulafa-ur Rasyidin sepeninggal beliau.

Murojaah: Ust Abu Mushlih Ari Wahyudi

Artikel Bersumber dari Muslimah.or.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here