Kembalinya Kekhalifahan Islamiyah

0
94
kembalinya kekhilafahan islamiyah

Kembalinya Kekhalifahan Islamiyah – Khilafah Sesuai Manhaj Nubuwwah pada Akhir Zaman yakni adanya Khilafah akhir zaman yang bakal diprakarsai dan dipimpin oleh Imam Mahdi , dan satu lagi Khilafah akhir zaman yang bakal diprakarsai dan dipimpin oleh Nabi Isa Alaihis Salam. Dalam tulisan kita kali ini anda akan kaji khusus membicarakan tentang khilafah Islam.

kembalinya kekhilafahan islam

Khilafah atau kekhalifahan Islam ialah Kepemimpin atau pemerintahan yang menjadikan Syariat Islam (Quran & Hadist) sebagai sumber hukum tertinggi yang dinyatakan dan dipatuhi oleh semua umat Islam diseluruh dunia dan dipimpin seorang Khalifah , ya seperti halnya pemerintahan Madani pada zaman Nabi di Madinah.

Beberapa pendapat bahkan memberi kriteria yang lebih berat yakni bahwa seorang Khalifah akhir zaman ialah seorang wakil Allah dimuka bumi, maka kemunculannya tentu sudah diisyaratkan oleh Allah.

Jadi andai ada sekelompok orang atau pemerintahan yang mengklaim sebagai khilafah Islam tapi hanya dipatuhi oleh suatu kelompok tertentu dan tidak dipimpin oleh seseorang yang diisyaratkan agama (Hadist), pasti bukanlah khilafah Islam. Karena beberepa pihak lain dapat juga mengklaim sebagai khilafah Islam . Dalam makna ini bisa terjadi puluhan klaim khilafah Islam dalam satu waktu.

Kalau pendirian Khilafah di anggap seperti menegakkan negara maka dapat kita bayangkan alangkah kacaunya dunia Islam, contoh saja terdapat 10 atau 15 klaim khilafah Islam didunia yang masing masing berbeda mazhab dan masing masing punya kekuatan militer. Padahal dengan adanya puluhan sekte saja kita menyaksikan setiap sekte merasa yang sangat benar dan saling bertengkar.

“Dengan demikian menciptakan kekhalifahan Islam ternyata tidak semudah seperti menegakkan suatu negara, Karena mesti ditaati oleh umat Islam sedunia, dan juga pemimpinnya (khalifahnya) harus sudah diisyaratkan oleh Allah, ya seperti halnya Khilafah Islam Imam Mahdi (Hadist) , Khilafah umat Nabi Isa Alaihis Salam (hadist), atau pun dipenunjukan langsung oleh Allah untuk Nabi Dawud Alaihis Salam (QS. Ashaad 26) yang adalah Khilafatullah Pertama dimuka bumi.”

Satu catatan yang penting ialah kedua Khilafah yang mendapat legitimasi atau di ridhoi Allah yang pernah terdapat dimuka bumi, Yaitu secara khusus untuk umat Islam (Era Nabi dan Khulafaur Rasyidin ) dan satu lagi secara khusus untuk Bani Israel (Era Nabi Dawud Alaihis Salam dan Sulaiman Alaihis Salam). keduanya paling tidak memiliki dua kesamaan yaitu :

  1. Kedua Khilatullah tersebut sama sama dibentuk ditempat suci, Khilafah Islam dikota suci Madinah, dan Khilafah guna Bani Israel dikota suci Yerusalem.
  2. Setelah era kedua Khilafah itu, Allah menjanjikan bakal kembalinya kedua Khilafah itu. Bani Israel dijanjikan dengan bakal kembali turunnya Al Masih, Umat Islam dijanjikan dengan bakal turunnya Al Mahdi.

Tentang bakal terbentuknya Khilafah Islam kedua (terakhir) tersebut sendiri, anda menyaksikan paling tidak terdapat tiga dalil (berdasar Sunnah dan Ayat Quran) yang menurut keterangan dari kami sangat lumayan menjadi tuntunan kapan Khilafah Islam tersebut akan terbentuk , yakni :

  1. Hadist menyinggung Khilafah Islam hanya akan terjadi dua kali.
  2. Selama Ya’juj Ma’juj masih ada maka tidak mungkin dibentuk Khilafah Islam .
  3. Hanya Khllafah Islam yang dipimpin Al Mahdi yang di isyaratkan Hadist sebagai Khilafah akhir zaman, tidak terdapat yang lain.

Poin ketiga sudah paling jelas, Kita akan kupas poin pertama dan kedua.

1. Khilafah Islam Hanya Akan Terjadi Dua Kali

Kita akan membahas hadist yang sebetulnya sering kali dilansir oleh banyak pihak. Namun sayangnya banyak yang gagal memungut makna yang terdapat didalamnya. Padahal cukup dengan hadist tersebut kita telah tahu apakah barangkali suatu khilafah Islam itu dapat begitu saja disusun oleh seseorang yang menyatakan sebagai khalifah atau wakil Allah dimuka bumi.

Secara umum umat Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam semenjak beliau diusung Nabi hingga akhir zaman nanti akan merasakan 5 zaman , urusan ini sudah diIsyaratkan dalam sejumlah Hadist Shahih riwayat Ahmad dan Abu Dawud, Kita kutip salah satunya yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad :

تَكُوْنُ النُّبُوَّةُ فِيْكُمْ مَا شَاءَ ا للهُ أَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ خِلآفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ، فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ اَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ مُلْكًا عَاضًا ، فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ مُلْكًا جَبَّرِيًّا ، فَتَكُوْنَ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ خِلآفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ، ثُمَّ سَكَتَ

“Periode kenabian akan dilangsungkan pada kalian dalam beberapa tahun,lantas Allah Ta’ala mengangkatnya. Setelah itu, datang periode khilafah aala minhaj nubuwwah (kekhilafahan yang sesuai manhaj kenabian), selama beberapa masa sampai Allah ta’ala mengangkatnya. Kemudian datang periode mulkan aadhdhan (penguasa-penguasa yang menggigit) selama beberapa masa. Selanjutnya datang periode mulkan jabbriyyan (penguasa-penguasa yang memaksakan kehendak) dalam beberapa masa sampai waktu yang ditentukan Allah ta’ala. Setelahnya akan terulang kembali periode khilafah ‘ala minhaj nubuwwah. Kemudian Nabi (Muhammad) diam.” (HR Ahmad)

Mari kita sama-sama identifikasi satu persatu 5 zaman tersebut :

  1. Zaman Kenabian ( Mulai Muhammad diangkat menjadi Nabi hingga meninggalnya Beliau) (570M-632M)
  2. Zaman Kekhalifahan Islamiyah pertama (yaitu masa Khulafaur Rasyidin) ,(632-662M).
  3. Zaman Raja-raja menggigit (penindas) Kerajaan Umayyah, Abassiyah, Ustmani , 662M-1924M
  4. Zaman Raja-raja pemaksa (diktator) Kerajaan Arab Saudi ,1932 – sekarang.
  5. Zaman khilafah Islam Terakhir yang bakal diprakarsai Imam Mahdi dan Nabi Isa .

Berakhirnya sejarah manusia, mengarah ke proses kiamat (diisyaratkan “Nabi terdiam”),
Kalimat “Setelah itu akan terulang kembali periode khilafah ‘ala minhaj nubuwwah” , artinya Khilafah Islam itu akan terjadi dua kali Yaitu zaman Khulafaur Rasyidin dan khilafah Islam dunia terakhir yang akan dipimpin Imam Mahdi.

Kalimat “ Kemudian Nabi (Muhammad Shalallahu ‘alahi wasallam) terdiam “ , bermakna bahwa setelah selesai khilfah Islam yang dipimpin Imam mhadi dan Nabi Isa maka berakhirlah sejarah umat manusia dan sejarah dunia, dengan kata lain dunia akan menginjak proses2 kiamat. Artinya, KeKhalifahan Islam yang dimaksud bakal terjadi diujung akhir zaman (sebelum kiamat).

Karena tidak sedikit hadist lainnya yang menyebut Imam mahdi yang akan membangun Kekhalifahan akhir zaman, maka dengan mudah kita memutuskan bahwa kekhalifahan Islam yang dimaksud hadist diatas ialah yang akan dibangun oleh Imam Mahdi.

“Emm ternyata bukan sembarangan orang ya yang layak menyebut dirinya sebagai seorang Khalifah …..tentu saja ada sebab seorang khalifah pasti seorang wakil Allah dimuka bumi. Sederhananya bila nama kita , ciri-ciri jasmani waktu dan lokasi kemunculan kita sama sekali tidak masuk kriteria yang diisyaratkan hadits ya sangat tidak lucu bila mengklaim sebagai seorang Khalifah Allah.”

Baik sekarang Kita akan membicarakan langsung pada fase ketiga sebab fase kesatu dan kedua sudah paling jelas

Fase Ketiga

Setelah masa Khulafaur Rasyidin terdapat 3 pemerintahan yang “mengklaim” sebagai Khilafah Islam , Yaitu Kekhalifahan Umayyah (662M-750M), Abassyah (750M-1258M) dan Ustmani (1294-1924). Jelas ketiga pemerintahan Islam tersebut masuk ke fase ketiga Raja-raja menggigit (penindas). Silahkan baca sendiri sejarah sepak terjang tiap dinasti itu, namun yang tentu tiap peralihan dinasti selalu dimulai dengan perebutan dominasi dengan kekerasan.

Pada akhir fase ketiga terdapat Kekhalifahan Ustmani. Saya kira sejarah telah menulis bagaimana kekhalifahan Ustmani itu disusun dari penyerangan terhadap Kekasiran Bizantium yang beragama Kristen Orthodox. Dan bahkan ada perbuatan memalukan yang tidak pernah diajarkan Islam yakni mereka merubah faedah Katedral Hagia Sofia menjadi Masjid.

“Tidak satupun Ayat atau Hadist yang mengajak menyerang umat lain andai mereka tidak menyerang umat Islam, Islam ialah pembawa rahmat untuk seluruh umat manusia”

Jangankan menyerang agama lain yang tidak menyerang kita , mencaci agama lain saja kita dilarang :

Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah di samping Allah, sebab mereka nanti bakal memaki Allah dengan mendahului batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan Setiap umat memandang baik kegiatan mereka. lantas kepada Tuhan merekalah kembali mereka, kemudian Dia memberitakan kpd mereka apa yang dahulu mereka kerjakan. (QS AL An’am:108)

Allah tiada melarang kamu untuk melakukan baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu sebab agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyenangi orang-orang yang berlaku adil. (al Mumtahanah: 8)

Surat Al Baqarah 256 pun menyatakan bahwa kita tidak boleh memaksakan Islam kpd pemeluk agama lain :

Tidak terdapat paksaan guna (memasuki) agama (Islam); bahwasannya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena tersebut barangsiapa yang ingkar untuk Thaghut dan beriman untuk Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kpd buhul tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Al Baqarah 256)

Islam pun menghormati kemerdekaan beragama , baca surat AlKafirun 1-6. Dan Allah pun tidak menjadikan Islam sebagai mimpi buruk yang menakutkan , tetapi pembawa rahmat untuk seluruh isi dunia.

“Kami tidak mengutus engkau, Wahai Muhammad, tetapi sebagai rahmat untuk seluruh manusia” (QS. Al Anbiya: 107)

Fase Keempat

Pada Fase ke 4 jelas kita dapat identifikasi sebagai Kerajaan Saudi Arabia, karena beberapa tahun sesudah runtuhnya Kekaisaran Ustmani (yang dirasakan “Khilafah” Islam) berdirilah Kerajaan Saudi yang menjadi barometer Islam diseluruh dunia sampai sekarang. Rasanya tidak mungkin kita identifikasi sebagai Iran atau Mesir atau lainnya sebab dalam Hadits shahih lain dilafalkan berakhirnya Fase keempat itu ialah tanda timbulnya Imam mahdi (dari Madinah) yang akan menyusun Khilafah Islam terakhir.

Seperti yang diisyaratkan hadist inilah :

يَكُونُ اخْتِلَافٌ عِنْدَ مَوْتِ خَلِيفَةٍ فَيَخْرُجُ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ هَارِبًا إِلَى مَكَّةَ فَيَأْتِيهِنَاسٌ مِنْ أَهْلِ مَكَّةَ فَيُخْرِجُونَهُ وَهُوَ كَارِهٌ فَيُبَايِعُونَهُ بَيْنَ الرُّكْنِ وَالْمَقَامِ وَيُبْعَثُ إِلَيْهِ بَعْثٌ مِنْ أَهْلِ الشَّامِ فَيُخْسَفُ بِهِمْ بِالْبَيْدَاءِ بَيْنَ مَكَّةَ وَالْمَدِينَةِ

“Akan terjadi bentrokan setelah wafatnya seorang pemimpin, maka keluarlah seorang pria dari warga Madinah mencari perlindungan ke Mekkah, kemudian datanglah kpd lelaki ini beberapa orang dari warga Mekkah, kemudian mereka membai’at Imam Mahdi secara paksa, maka ia dibai’at di antara Rukun dengan Maqam Ibrahim (di depan Ka’bah). Kemudian diutuslah sepasukan manusia dari warga Syam, maka mereka ditenggelamkan di suatu daerah mempunyai nama Al-Baida yang berada di antara Mekkah dan Madinah.” (HR Abu Dawud 3737)

Kenapa Hadist pertama diatas tersebut menggolongkan Kerajaan Saudi sebagai Pemaksa ? sejarah menulis bagaimana Kerajaan itu dibentuk atas kerjasama dengan zionis Inggris (superpower masa-masa itu) untuk melepas diri dari Kekhalifahan Ustmani. Sistem Kerajaan murni yang diterapkan membuat Raja Saudi ialah pemegang otoritas tunggal tanpa terdapat badan Negara lainnya yang dapat mengontrol.

Ketika chatting dengan seseorang dari eropa yang beragama nasrani beberapa tahun lalu saya sempat sedikit bingung menjawab mengapa Saudi yang pusat Islam banyak terlibat dalam kekerasan padahal katanya Islam agama rahmatan lil’alamin.

Tidak dapat dibantah memang kelakuan Penguasa Saudi (bukan semua rakyat Saudi) dikancah politik dunia paling membingungkan kita, Keterlibatannya dalam kekerasan-kekerasan yang lakukan bersama sekutunya Amerika Serikat dengan militernya (NATO) bisa dibilang terlalu banyak . Mulai dari keterlibatan dalam penghancuran Libiya , Keterlibatan dalam penghancuran Suriah, Keterlibatan dalam peristiwa WTC , keterlibatan dalam pembentukan kelompok-kelompok radikal di Timur tengah seperti El Nusra dan ISIS hingga dengan secara terang-terangan membantai umat Islam dinegara paling kurang mampu di Timur tengah Yaman.

Sejarah dan liku liku mengherankan berdirinya Kerajaan Arab Saudi ini bisa kamu baca dalam kitab Survey of International Affair 1925 yang ditulis oleh Arnold J Toynbee yang sekarang dapat didownload dengan gratis. Mudah-mudahan kamu tidak kaget membacanya.

“Tampaknya kekeliruan pola fikir dari kebanyakan kita yang sebetulnya membingungkan anda sendiri. Kita selalu berpikir apa saja yang dari arab Saudi ialah suci. Yang suci ialah kota Makah dan Madinah , semua penguasanya itu ialah manusia biasa yang dapat dijalan yang benar dan dapat dijalan yang salah.”

Bukankah semua penguasa Saudi sudah membuat kemudahan haji yang spektakuler dan mengurus Masjidil Haram ?

Al-Quran Surat At-Taubah-19 telah membalas pertanyaan itu :

أَجَعَلْتُمْ سِقَايَةَ الْحَاجِّ وَعِمَارَةَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ كَمَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَجَاهَدَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ لا يَسْتَوُونَ عِنْدَ اللَّهِ وَاللَّهُ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Apakah (orang-orang) yang memberi minuman orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidil haram kamu samakan dengan orang-orang yang beriman untuk Allah dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah, dan Allah tidak memberi petunjuk untuk kaum yang zalim.(QS At Taubah-19)

Penjelasan :

Ayat tersebut mengisyaratkan bakal muncul pertanda dimana banyak orang berasumsi bahwa semua penguasa yang anda lihat membangun kemudahan haji (disimbolkan memberi minum orang berhaji) dan mengurus Masjidil Haram ialah orang yang beriman dan berjihad dijalan Allah. Padahal dari segi pandangan Allah tidak dirasakan begitu, bahkan menggolongkan mereka sebagai orang-orang yang zalim (aniaya). Sangat jelas kezaliman mereka tersebut sedang gencar mereka kerjakan saat ini terhadap negara-negara muslim tetangganya.

Ada yang membantah pendapat ini dengan menuliskan yang dimaksud At Taubah-19 itu ialah orang-orang musrik yang dinamakan dalam ayat sebelumnya (ayat 17).

Obyek yang dimaksud ayat ke 17 dan ayat 19 paling berbeda, ayat 17 menyebutkan :

  1. Orang-orang yang dimaksud ialah jelas orang musrik dan mereka jelas menyatakan kafir.
  2. Peristiwanya dapat terjadi di Masjid dimana saja diseluruh dunia.

Sedang ayat 19 menyebutkan :

  1.  Yang membuat kemudahan haji dan mengurus Masjidil Haram ialah pihak yang ddianggap beriman dan berjihad dijalan Allah. Alasan kedua, tidak terdapat orang yang menyatakan kafir yang mendirikan kemudahan haji dan mengurus Masjidil Haram
  2. Masjid yang dimaksud ialah khusus Masjidil Haram.

Kebingungan kita dengan perilaku kekerasan semua penguasa Saudi ini pun sudah diisyaratkan oleh banyak Hadits yang menyebutkan akan timbulnya “tanduk setan” dan fitnah-fitnah yang turun bak air hujan dari arah arah timur kota Madinah (Riyadh) . Insyaa Allah nanti dapat kita kupas tersendiri dalam sebuah artikel.

Hadits dan ayat diatas memberikan Pelajaran penting bahwa tidak seluruh pemerintahan yang menurut keterangan dari manusia ialah Khilafah Islam atau pemerintahan atau Kepemimpinan Islam dunia namun ternyata menurut keterangan dari Allah ialah bukan , sebab jelas menyalahi sunatullah yang diisyaratkan Hadits. Maka yang terbentuk hanyalah klaim Khilafah Islam yang dibentuk dengan pemaksaan atau kekerasan, dan tidak dipatuhi oleh umat Islam semua dunia dan tidak dipimpin oleh seorang yang layak disebut wakil Allah dibumi.

Fase Kelima (Khilafah akhir zaman)

Kalau Kekhalifahan Ustmani tidak dirasakan Kekhalifahan Islam lalu mengapa ada hadits-hadits yang mengisyaratkan pembentukan Kekhalifahan Islam di Konstantinopel (Turki) seperti hadits-hadits dibawah ini?

لَتُفْتَحَنَّ الْقُسْطَنْطِينِيَّةُ فَلَنِعْمَ الْاَمِيرُ اَمِيرُهَا وَلَنِعْمَ الْجَيْشُ ذَلِكَ الْجَيْشُ قَالَ فَدَعَانِي مَسْلَمَةُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ فَسَاَلَنِي فَحَدَّثْتُهُ فَغَزَا الْقُسْطَنْطِينِيَّةَ

“Kota Konstantinopel bakal jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya ialah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang sedang di bawah komandonya ialah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad ]

Ternyata ada sejumlah Hadits lainnya yang meyakinkan bahwa Kekhalifahan Ustmani tersebut bukanlah yang dimaksud oleh hadits kesatu diatas, sebab Kekhalifahan yg diisyaratkan bakal terjadi di Konstantonopel itu akan terjadi sesudah Al Malhamah Al Kubro. Dan nanti bakal diprakarsai oleh Imam Mahdi , sebab jelas dilafalkan dalam Hadits inilah peristiwanya bakal terjadi menjelang keluarnya Dajjal :

حَدَّثَنَا عَبَّاسٌ الْعَنْبَرِيُّ حَدَّثَنَا هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ ثَابِتِ بْنِ ثَوْبَانَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ مَكْحُولٍ عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ عَنْ مَالِكِ بْنِ يَخَامِرَ عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عُمْرَانُ بَيْتِ الْمَقْدِسِ خَرَابُ يَثْرِبَ وَخَرَابُ يَثْرِبَ خُرُوجُ الْمَلْحَمَةِ وَخُرُوجُ الْمَلْحَمَةِ فَتْحُ قُسْطَنْطِينِيَّةَ وَفَتْحُ الْقُسْطَنْطِينِيَّةِ خُرُوجُ الدَّجَّالِ ثُمَّ ضَرَبَ بِيَدِهِ عَلَى فَخِذِ الَّذِي حَدَّثَهُ أَوْ مَنْكِبِهِ ثُمَّ قَالَ إِنَّ هَذَا لَحَقٌّ كَمَا أَنَّكَ هَاهُنَا أَوْ كَمَا أَنَّكَ قَاعِدٌ يَعْنِي مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ

Makmurnya Baitul Maqdis ialah tanda kerusakan kota Madinah, hancurnya kota Madinah ialah tanda terjadinya pertempuran besar (Al-malhamah Al-kubra), terjadinya pertempuran besar ialah tanda dari penaklukan kota Konstantinopel, dan penaklukan kota Konstantinopel ialah tanda keluarnya Dajjal. Kemudian beliau menepuk-nepuk paha orang yg beliau ceritakan mengenai hadits tersebut, atau dalam riwayat lain, ‘pundaknya’. Kemudian bersabda: Semua ini ialah sesuatu yang benar, sebagaimana engkau -Mu’adz bin Jabal- kini berada di sini ialah sesuatu yg benar. [HR. Abu Daud )

Penjelasan :

Hadits ini menyatakan rentetan peristiwa secara berurutan, Yathrib merupakan Madinah kota ini sudah lama redup sebagai pusat Kekhalifahan Islam, Baitul Maqdis ialah Masjidil Aqsa di Israel dimana Israel telah lama Berjaya menjadi kekuatan yang tidak dapat dikalahkan. Maka peristiwa berikutnya ialah Al Malhamah (perang besar atau perang nuklir)

Disusul lantas Pembebasan Konstantinopel dapat diartikan akan hadir Kekhalifahan terakhir di Turki.

Peristiwa berikutnya ialah keluarnya Al Masih Ad Dajjal. Hadits lain menyatakan Dajjal akan muncul tujuh tahun sesudah Al-Malhamah. Karena diterangkan dalam Hadits lain bahwa Nabi Isa Alaihissalam , Imam Mahdi dan Dajjal bakal bertemu digerbang Masjid Menara Putih di Suriah dan Nabi Isa yang bakal membunuh Dajjal maka mudah dipahami bahwa Nabi Isa dan Imam Mahdi pun akan hadir sekitar tujuh tahun sesudah Al-malhamah.

Hadits dibawah semakin menguatkan bahwa Kekhalifahan akhir zaman yang bakal terjadi di Konstantinopel (Turki) hanya akan terjadi menjelang keluarnya Dajjal. Dan pembentukannya terjadi Tanpa pertumpahan darah.

سَمِعْتُمْ بِمَدِينَةٍ جَانِبٌ مِنْهَا فِـي الْبَرِّ وَجَانِبٌ مِنْهَا فِي الْبَحْرِ؟ قَالُوا: نَعَمْ يَا رَسُولَ اللهِ. قَالَ: لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَغْزُوَهَا سَبْعُونَ أَلْفًا مِنْ بَنِي إِسْحَاقَ، فَإِذَا جَاءُوهَا نَزَلُوا، فَلَمْ يُقَاتِلُوا بِسِلاَحٍ وَلَمْ يَرْمُوا بِسَهْمٍ، قَالُوا: لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، فَيَسْقُطُ أَحَدُ جَانِبَيْهَا -قَالَ ثَوْرٌ( أَحَدَ رُوَاةِ الْحَدِيْثِ) لاَ أَعْلَمُهُ إِلاَّ قَالَ:- الَّذِي فِي الْبَحْرِ، ثُمَّ يَقُولُوا الثَّانِيَةَ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، فَيَسْقُطُ جَانِبُهَا اْلآخَرُ، ثُمَّ يَقُولُوا: لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، فَيُفَرَّجُ لَهُمْ، فَيَدْخُلُوهَا، فَيَغْنَمُوا، فَبَيْنَمَا هُمْ يَقْتَسِمُونَ الْغَنَائِمَ، إِذْ جَاءَ هُمُ الصَّرِيخُ، فَقَالَ: إِنَّ الدَّجَّالَ قَدْ خَرَجَ، فَيَتْرُكُونَ كُلَّ شَيْءٍ وَيَرْجِعُونَ.

“Pernahkah kalian mendengar satu kota yang satu sisinya terdapat di daratan sedangkan satu sisi (lain) terdapat di lautan?” Mereka menjawab, “Kami pernah mendengarnya, wahai Rasulullah!” Beliau berkata, “Tidak bakal tiba hari Kiamat sampai-sampai 70.000 dari keturunan Nabi Ishaq menyerangnya (kota tersebut), saat mereka (bani Ishaq) mendatanginya, maka mereka turun. Mereka tidak berperang dengan senjata, tidak pula membuang satu panah pun, mereka mengucapkan, ‘Laa ilaaha illallaah wallaahu Akbar,’ maka di antara sisinya jatuh (ke tangan kaum muslimin) -Tsaur (salah seorang perawi hadits) berkata, “Aku tidak mengetahuinya kecuali beliau berkata, ‘Yang terdapat di lautan.’” Kemudian mereka menyampaikan untuk kedua kalinya, ‘Laa ilaaha illallaah wallaahu Akbar,’ akhirnya di antara sisi lainnya jatuh (ke tangan kaum muslimin). Lalu mereka menyampaikan untuk ketiga kalinya: ‘Laa ilaaha illallaah wallaahu Akbar,’ lalu diserahkan kelapangan untuk mereka. Mereka masuk ke dalamnya dan menemukan harta rampasan perang, saat mereka sedang membagi-bagikan harta rampasan perang, tiba-tiba saja datang orang yang berteriak meminta tolong, dia berkata, “Sesungguhnya Dajjal sudah keluar,’ kemudian mereka meninggalkan segala sesuatu dan kembali.’ (HR. Muslim).

Penjelasan :

  1. Dari peta kita tahu yang dimaksud kota beberapa didarat dan beberapa menjorok kelaut ialah Kota Istanbul yang dulu mempunyai nama Konstantinopel, ialah yang dimaksud.
  2. Kalimat “tidak bakal tiba hari kiamat sehingga…” maknanya ialah bahwa peristiwanya bakal terjadi di akhir zaman.
  3. Banyak pendapat mengenai siapa Bani Isha1 dan kita tidak mau terjebak dengan silsilahnya yang belum pasti benar, Yang tentu hadist lain menyatakan bahwa Pasukan tersebut akan berangkat dari Khurasan (wilayah Afghanistan).
  4. Mereka tidak berperang dengan senjata. Ini ialah kata kunci yang penting bahwa pendirian Kekhalifahan Islam terakhir nanti tanpa pertumpahan darah.
  5. Bahwa peristiwa penaklukan Istambul atau Konstantinopel untuk menegakkan kekhalifahan Islam terakhir tersebut sangat dekat waktunya dengan Kemunculan Dajjal.

Usia Kekhalifahan Islam terahir

Sebenarnya terdapat dua khilafah akhir zaman yang dilegitimasi oleh Allah, yakni Khilafah bentukan Imam Mahdi dan Khilafah Bentukan Nabi Isa Alaihissalam.

Hadits-hadits yang menyatakan usia masing-masing khilafah tersebut menunjukkan hal yang sama dan saling menguatkan , yakni tujuh tahun.

سنن أبي داوود ٣٧٣٦: حَدَّثَنَا سَهْلُ بْنُ تَمَّامِ بْنِ بَزِيعٍ حَدَّثَنَا عِمْرَانُ الْقَطَّانُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَهْدِيُّ مِنِّي أَجْلَى الْجَبْهَةِ أَقْنَى الْأَنْفِ يَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا يَمْلِكُ سَبْعَ سِنِينَ

Telah menceritakan untuk kami Sahl bin Tammam bin Bazi’ berkata, sudah menceritakan untuk kami Imran Al Qaththan dari Qatadah dari Abu Nadhrah dari Abu Sa’id Al Khudri ia berkata,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Al Mahdi tersebut dari keturunanku, dahinya lebar dan hidungnya mancung, ia akan mengisi bumi dengan keadilan sebagaimana bumi pernah diisi dengan durjana dan kezhaliman. Ia bakal berkuasa sekitar tujuh tahun.” (HR. Abu Daud 3736)

فَيَبْعَثُ اللَّهُ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ كَأَنَّهُ عُرْوَةُ بْنُ مَسْعُودٍ فَيَطْلُبُهُ فَيُهْلِكُهُ ثُمَّ يَمْكُثُ النَّاسُ سَبْعَ سِنِينَ لَيْسَ بَيْنَ اثْنَيْنِ عَدَاوَةٌ ثُمَّ يُرْسِلُ اللَّهُ رِيحًا بَارِدَةً مِنْ قِبَلِ الشَّأْمِ فَلاَ يَبْقَى عَلَى وَجْهِ الأَرْضِ أَحَدٌ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ خَيْرٍ أَوْ إِيمَانٍ إِلاَّ قَبَضَتْهُ

“Lalu Allah mengutus Isa bin Maryam seperti Urwah bin Mas’ud, ia mencari Dajjal dan membunuhnya. Setelah itu selama tujuh tahun, manusia tinggal dan tidak terdapat permusuhan salah satu dua orang pun. Kemudian Allah mengirim angin sejuk dari arah Syam kemudian tidak tersisa seorang yang dihatinya ada kebajikan atau keimanan seberat biji sawi juga yang tersisa kecuali mencabut nyawanya” (HR. Muslim no. 2940)

Selain menyatakan usia kedua Khilafah , Hadits diatas pun menjelaskan bahwa dengan berakhiranya masa kedua Khilafah itu, maka selesailah sejarah hidup semua umat mukmin dan Umat muslim , semuanya bakal diwafatkan. Kita tidak akan merasakan dan menyaksikan proses kiamat yang hanya akan ditonton oleh umat yang tetap kafir sesudah kedatangan Al Mahdi dan Nabi Isa Alaihissalam.

Kita kutip petikan Hadits shahih Muslim No 2937, teks Hadits lengkapnya silahkan simak pada unsur referansi tulisan “Dua Khilafah kembar akhir zaman” :

… Saat mereka seperti itu, tiba-tiba Allah mengirim angin sepoi-sepoi lalu mencabut nyawa masing-masing orang Mu`min dan Muslim di bawah ketiak mereka, dan orang-orang yang tersisa ialah manusia-manusia buruk, mereka mengerjakan hubungan badan secara tenang-terangan seperti keledai kawin. Maka atas mereka itulah kiamat terjadi.” (HR. Muslim no. 2937)

2. Selama terdapat Ya’juj Majuj Tidak Mungkin dibangun Khilafah Islam

Mungkin kamu baru mendengar dan pasti saja memandang aneh pendapat ini, namun pendapat ini bukan tanpa dasar namun berdasar tuntunan Quran dan hadist. Kita bakal sajikan ringkasannya saja, sebab sebenarnya pendapat tersebut kita simpulkan dalam kajian mengenai Ya’juj Ma’juj.

Sebenarnya Ya’juj Ma’juj telah lama dilepas dan semua upaya yang dilaksanakan Ya’juj ma’juj yang kesudahannya menjadikan Yerusalem atau Israel sebagai pusat komandonya ialah dalam rangka menjangkau tujuan besarnya yakni menyambut “Al masih” umat Yahudi (Al Masih Dajjal) , maka mudah difahami bahwa semua upaya apapun yang akan dilaksanakan dalam membentuk Khilafah Islam ialah tidak mungkin dilaksanakan selama masih terdapat Ya’juj Ma’juj, sebab :

  1. Ya’juj Ma’juj memiliki tujuan yang serupa yaitu menyusun Pemerintahan Tunggal Dunia (NWO). Khilafah ala Al Masih palsu Dajjal tersebut akan berpusat di Yerusalem (Israel).
  2. Ya’juj Ma’juj tidak dapat dikalahkan, Allah nanti yang bakal menghancurkannya ketika Nabi Isa Alaihissalam sudah turun kembali.
  • Poin satu dengan kata lain setiap upaya menegakkan Khilafah islam maka sudah pasti dirasakan ancaman untuk tujuan besar Ya’juj Ma’juj dan pasti akan dipatahkan.
  • Poin dua artinya ialah mustahil masing-masing upaya menegakkan Khilafah islam bakal terwujud , sebab sama saja kita menerjang tembok yang telah ditakdirkan Allah tidak dapat ditembus. Hadits telah bilang “mereka tidak dapat dikalahkan” , bila masih nekad sama saja kasarnya (maaf) kita membangkang sunatullah.

Kalimat ”mereka tidak dapat dikalahkan” sepertinya simpel tapi agak susah dipahami, Jumlah mereka hanya sedikit,namun kekuatan finansialnya dapat menggerakkan militer negara-negara superpower seperti Amerika Serikat, Inggris , Perancis , Jerman dan lain-lain.

Umat Islam tidak usah berkecil hati, sebab pada saatnya nanti yang kami yakin tidak terlampau lama (hadits mengisyaratkan selama 7 tahun sesudah perang nuklir Konstantinopel bakal dibebaskan) , kita akan merasakan masa khilafah Islam yang diimpikan itu.

Nah kini tinggal kita pilih saja sikap yang akan kita tempuh, apakah kita memilih tetap gigih dengan cita cita menegakkan khilafah yang hanya akan menjadi perbuatan konyol sebab menafikkan tuntunan Allah ataukah memilih jalan cerdas dengan mencari dan memakai petunjuk Allah bagaimana menyikapi hidup dalam penindasan Ya’juj Ma’juj yang memang tidak dapat dikalahkan tersebut sebagai bagian dari ujian hidup dari Allah.
Jangankan kita yang manusia biasa , Hadits mencerminkan setelah turun kembali nanti Nabi Isa saja tidak dapat mengatasi kekuatan militer Ya’juj Ma’juj dan mesti mengungsi ke bukit Thursina (di Mesir). Dan Khilafah Islam terakhir yang dipimpin Al Mahdi baru dapat terbentuk sesudah mereka dihancurkan oleh Allah.

Lalu bagaimanakah menyikapi penindasan yang dilaksanakan oleh Ya’juj Ma’juj yang semenjak dilepas sampai ketika ini menindas dan memperbudak (bahasa lazimnya : terjadi ketidakadilan dimana mana) tidak hanya umat Islam tapi semua umat manusia dibumi ? Apakah kita hanya diam saja atau mengerjakan sesuatu sebenarnya mereka tidak dapat dikalahkan ? Tidak perlu cemas Qur’an dan Hadits telah memberi petunjuk, kita akan jajaki kaji tersendiri dalam tulisan menyikapi penindasan Ya’juj Ma’juj.

KESIMPULAN

  1. Kekhalifahan Islam Itu hanya terjadi dua kali dalam sejarah dunia , Yaitu masa Khulafaur Rasyidin dan masa kekhalifahan akhir zaman yang nanti bakal diprakarsai oleh Imam Mahdi dan Nabi Isa.
  2. Hadist memvonis bahwa Kekhalifahan Umayyah, Abassyah dan Ustmani tidak tergolong Khilafah Islam. Bahkan justeru masuk dalam fase Raja-Raja yang menggigit ( menindas) atau raja raja diktator.
  3. Hadist pun memvonis bahwa klaim Khilafah Ustmani oleh Muhhammad Fatih ialah bukan Khilafah yang dimaksud oleh agama. Alasan pertama, sebab Hadits lain menyebut pembebasan Konsantinopel yang dimaksud ialah akan terjadi tanpa pertumpahan darah. Alasan kedua, Hadist lain menyebut Pembebasan Konstantinopel tersebut akan terjadi nyaris bersamaan dengan timbulnya Dajjal.
  4. Pembetukan Kekhalifahan akhir zaman itu hanya akan terjadi sesudah terbunuhnya Dajjal dan dibasminya Ya’juj Ma’juj oleh Allah. Sedangkan dalam Hadits lain (baca peristiwa sesudah perang nuklir) diriwayatkan bahwa Munculnya Dajjal dan Kekhilafah akhir zaman ialah setelah Al Malhamah.
  5. Hanya terdapat satu Khilafah Islam Yang diisyaratkan Hadits yakni yang akan disusun oleh Al Mahdi.
  6. KeKhalifahan Islam akhir zaman oleh Imam Mahdi disusun tanpa pertumpahan darah. Bahkan hingga disimbolkan cukup dengan teriakan kalimat Tahlil dan Takbir.
  7. Timbul pertanyaan bukankah saat ini Konstantinopel (Turki) sudah dikuasai oleh penguasa Muslim, mengapa harus dilepaskan? Baca jawabannya pada Artikel Peristiwa-peristiwa sesudah perang nuklir.
  8. Tidak Mungkin membentuk Khilafah Islam tetapi masih terdapat Ya’juj Ma’juj di sekitarnya, sebab Ya’juj Ma’juj di samping tidak dapat dikalahkan dan pun mempunyai destinasi yang serupa yaitu Pembentukan Pemerintahan Tunggal Dunia (NWO).
  9. Diciptakannya Ya’juj Ma’juj mesti diterima sebagai Ujian besar umat Islam, Ketika kita telah ditakdirkan tidak akan dapat melawannya maka masing-masing tindakan yang melawan sunatullah tentu hanya akan menjadi perbuatan konyol.
  10. Quran dan Hadits sudah membimbing kita bagaimana menyikapi ketidakadilan dan penindasan yang dilaksanakan Ya’juj Ma’juj. Silahkan baca sepak terjang mereka sebagai di antara ujian besar Umat Islam akhir zaman.

Semoga Artikel Kembalinya Kekhalifahan Islamiyah ini berfungsi dan bisa mencerahkan.

Sumber  Referensi : Analisa Akhir Zaman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here