Cara Mempercepat Loading Blog di WordPress

2
213
Cara Mempercepat Loading Blog di WordPress

Pengunjung blog sangat menyukai blog yang loadingnya cepat dan ringan. Selain itu, juga dapat meningkatkan ranking di mesin penelusuran terutama Google. Mempercepat loading blog juga dapat memberingan pengalaman menyenangkan kepada para pengunjung blog. Maka dari itu, membangun blog yang cepat dan ringan merupakan sesuatu yang harus dilakukan oleh para blogger.

Namun hal itu malah tidak lagi diperhitungkan, para blogger mengesampingkan kecepatan blog mereka. Dengan memasang iklan terlalu banyak, template yang berat (banyak fitur yang tidak diperlukan), dan gambar atau thumbnail yang terlalu besar. Selain lama dan membuang-buang waktu, hal itu juga dapat membuat kuota para pengunjung menjadi cepat habis.

Maka dari itu, para blogger harus mempertimbangkan faktor-faktor yang menyebabkan blog menjadi tampak berat. Banyak berbagai cara yang dapat kita lakukan untuk mengoptimasi blog kita menjadi lebih ringan.

Menurut fakta di tahun 2006, amazon melaporkan kalau situs mereka melambat satu detik saja, mereka dapat kehilangan $1,7 Milyar setiap tahunnya. Subhanallah..angka yang sangat fantastis.

Dan pada tahun 2010, google sudah mengumumkan kalau kecepatan loading blog adalah salah satu sinyal yang dapat digunakan untuk algoritmanya dalam merangking halaman blog. Sejak saat itulah para blogger mencari tau tentang dampak dari kecepatan loading blog pada situs mereka.

Salah satu penelitian oleh Gomez, yang berjudul “Why Web Performance Matters: Is Your Site Driving Customers Away?”. Gomez mewawancarai sekitar 1,500 an pelanggan tentang bagaimana dampak kecepatan blog bagi pengalaman mereka berbelanja.

Jawabannya adalah:

  • Peningkatan loading website dari 2 ke 10 detik akan meningkatkan rasio pengabaian halaman sebesar 38%
  • Lebih dari 75% pelanggan lebih memilih untuk meninggalkan website yang lambat, alih-alih menunggu sampai website termuat.

Sudah terjawabkan mengapa kita harus mempercepat loading blog kita agar pengunjung blog kita mendapatkan pengalaman yang lebih baik.

Selain itu, Berikut dampak negatif dari lambatnya loading blog:

1.Traffik berkurang

Pengunjung menjadi frustasi dengan lambatnya loading situs. Karena, pengunjung merasa membuang-buang waktu mereka.

2.Pendapatan jadi berkurang

Akibat loading lambat, dapat memberikan dampak buruk bagi pendapatan. Dengan berkurangnya trafik situs kita, akan mengurangi tingkat konversi.

3.Memberikan dampak buruk bagi SEO

Dengan lambatnya situs kita, hal itu menyebabkan blog kita bakal tergusur dengan blog yang mempunyai kualitas yang lebih baik. Karena seperti yang kita bahas diatas, google mengumumkan bahwa kecepatan loading blog merupakan salah satu sinyal yang digunakan untuk algoritmanya dalam meranking halaman blog.

Pertanyaannya, bagaimana cara mempercepat loading blog?

Ada 2 cara, untuk yang berplatform WordPress dan berplatform blogger. Tetapi untuk artikel kali ini saya akan membagikan untuk berplatform WordPress. Untuk yang berplatform Blogger mungkin bisa kita bahas dilain waktu.

Cara Mempercepat Loading Blog di WordPress

Ada cacatan kecil disini, yang dimaksud WordPress disini adalah WordPress self host atau WordPress.org. Cara ini dapat diterapkan di model hosting shared maupun VPS (virtual private server)

Langsung saja berikut tips yang bisa anda terapkan untuk mempercepat loading blog WordPress.

Hindari menggunakan banyak plugin

Banyak sekali fitur plugin yang diberikan WordPress self host. Sehingga kita menjadi tergiur untuk memasang plugin tersebut. Bahkan plugin yang tidak diperlukan juga dipasang. Tentu saja hal ini menjadi memperlambat kecepatan blog kita. Karena semakin banyak plugin terinstal, semakin banyak pula permintaan yang diterima oleh server, sehingga dapat berdampak pada lambatnya situs kita. Maka dari itu, kita gunakan plugin secukupnya saja (yang penting-penting saja). Meski ada plugin yang menawarkan dapat meningkatkan kecepatan blog, tapi kenyataannya malah memperlambat kecepatan situs kita.

mempercepat loading blog

Apabila anda WP self host user, anda dapat menginstall plugin P3 (Plugin Performance Profiler)

Plugin ini dapat mengetahui bagaimana setiap plugins yang anda install mempengaruihi performa website kita.

Optimasi Gambar

Perlu cacatan juga disini, kita kadang hanya asal mengupload gambar di media kita. Akan tetapi tidak memperharikan besarnya ukuran file gambar. Maksimal kita harus batasi ukuran gambar kita menjadi 200 kB, usahakan jangan melebihi ukuran tersebut. Meski banyak yang mengatakan ukuran gambar maks bisa 1 mB tapi itu terhitung sangat parah.

Lalu bagaimana cara kita mengoptimasi gambar yang ukurannya terlalu besar? Silakan anda masuk disitus TinyPNG.

Pasang Plugin Cache

Seberapa penting plugin cache? Fungsi cache sendiri yaitu menyimpan konten situs pada browser sementara, sehingga saat kita mengakses situs yang sama, browser tidak perlu mengunduh ulang secara keseluruhan konten situs, yang mana hal tersebut akan memakan waktu per sekian detik. Saran dari saya gunakan fitur plugin WP Super Cache.

Gunakan CDN (Content Delivery Network)

Kecepatan loading website ikut menentukan ranking di search engine. Banyak cara agar dapat mempercepat website, misalnya menggunakan plugin caching di wordpress, optimasi image, atau menggunakan Content Delivery Network (CDN). Menurut saya, Content Delivery Nerwork (CDN) lah yang paling efektif. CDN yang saya rekomendasikan yaitu menggunakan CloudFlare

Baca juga : Cara Mudah Setting CloudFlare di WordPress

Gunakan Server yang Handal

Banyak provider yang menawarkan fitur hosting yang menggiurkan, dengan menawarkan harga murah dengan kapasitas yang besar, bandwidth unlimited dan sebagainya. Tapi jangan terkecoh dengan fitur tersebut. Lalu cara agar dapat mengetahui server hosting bagus bagaimana? Cari yang reviewnya sudah bagus.

Rekomendasi saya gunakan hosting dari NiagaHoster, Layanan web hosting Indonesia yang cepat, mudah disertai bantuan teknis terbaik di Indonesia yang dipercaya oleh ribuan developer dengan harga termurah di kelasnya. Silakan DAFTAR DISINI untuk register di NiagaHoster.

Aktifkan Gzip Compression

Gzip Compression digunakan untuk memperkecil ukuran file-file seperti CSS, javascript, xml, dan beberapa file lainnya. Untuk beberapa webserver IIS (milik microsoft) mempunyai cara sendiri untuk mengaktifkan gzip compression ini. Anda bisa masuk DISINI untuk tutorialnya.

Untuk cara mengaktifkan Gzip Compressin di WordPress, cukup meletakan kode berikut pada file .htaccess

 # Compress HTML, CSS, JavaScript, Text, XML and fonts AddOutputFilterByType DEFLATE application/javascript AddOutputFilterByType DEFLATE application/rss+xml AddOutputFilterByType DEFLATE application/vnd.ms-fontobject AddOutputFilterByType DEFLATE application/x-font AddOutputFilterByType DEFLATE application/x-font-opentype AddOutputFilterByType DEFLATE application/x-font-otf AddOutputFilterByType DEFLATE application/x-font-truetype AddOutputFilterByType DEFLATE application/x-font-ttf AddOutputFilterByType DEFLATE application/x-javascript AddOutputFilterByType DEFLATE application/xhtml+xml AddOutputFilterByType DEFLATE application/xml AddOutputFilterByType DEFLATE font/opentype AddOutputFilterByType DEFLATE font/otf AddOutputFilterByType DEFLATE font/ttf AddOutputFilterByType DEFLATE image/svg+xml AddOutputFilterByType DEFLATE image/x-icon AddOutputFilterByType DEFLATE text/css AddOutputFilterByType DEFLATE text/html AddOutputFilterByType DEFLATE text/javascript AddOutputFilterByType DEFLATE text/plain AddOutputFilterByType DEFLATE text/xml # Remove browser bugs (only needed for really old browsers) BrowserMatch ^Mozilla/4 gzip-only-text/html BrowserMatch ^Mozilla/4.0[678] no-gzip BrowserMatch bMSIE !no-gzip !gzip-only-text/html Header append Vary User-Agent 

Untuk webserver nginx yang tidak mendukung .htaccess, anda bisa mengubahnya melalui konfigurasi nginx tersebut.

Mengaktifkan HTTP Keep Alive

Cara kerja HTTP keep alive adalah mendownload file website anda satu-satu atau secara individual saat browser pengunjung anda meminta file dari server website anda.

Ketika satu file berhasil terdownload, maka koneksi akan tertutup sementara, dan dibuka kembali saat browser meminta file baru.

Cara mengaktifkan HTTP Keep Alive yaitu copy paste kan kode berikut pada file .htaccess

 
Header set Connection keep-alive 

Cara mengeceknya, bisa menggunakan gtmetrix untuk melihat apakah HTTP Keep Alive sudah aktif apa belum.

Menonaktifkan Hot Linking

Hot linking yaitu situasi ketika situs lain menampilkan gambar pada situsnya, tetapi menghubungkannya langsung dari situs anda, alih-alih menggunakan server sendiri. Secara tidak langsung blog tersebut akan mencuri bandwidth hosting blog anda. Otomatis dapat membuat kinerja server anda menjadi lebih berat dan secara tidak langsung akan membuat lamban blog anda.

Untuk menonaktifkan hot linking anda bisa menggunakan kode berikut, pastekan pada file .htaccess

RewriteEngine on 
RewriteCond %{HTTP_REFERER} !^$ 
RewriteCond %{HTTP_REFERER} !^http(s)?://(www.)?domainanda.com [NC] 
RewriteRule .(jpg|jpeg|png|gif)$ – [NC,F,L]

Ganti domainanda.com dengan domain anda.

Langkah terakhir Tes Kecepatan Blog

Setelah semua optimasi sudah dilakukan, sekarang anda coba untuk tes kecepatan blog anda menggunakan gtmetrix, anda bisa mencarinya di Google.

mempercepat loading blog

Demikian artikel Cara Mempercepat Loading Blog di WordPress, Semoga bermanfaat untuk anda yang mau meningkatkan kecepatan loading website yang sedang anda bangun.

Sumber referensi artikel:
TutorialPedia.com
NiagaHoster.co.id

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here